Dibuat Oleh Penulis Konten
28x Telah Dilihat
Rabu, 4 Juni 2025
Di balik perbukitan Menoreh dan tenangnya Sungai Progo, tersembunyi kekayaan kuliner tradisional yang menggoda lidah dan membangkitkan kenangan masa silam. Kulon Progo bukan sekadar destinasi alam, tapi juga tanah kelahiran rasa-rasa autentik yang kini diburu wisatawan dari berbagai penjuru.
Geblek & Tempe Besengek – Duet Legendaris yang Tak Terpisahkan
Geblek adalah ikon Kulon Progo: gorengan putih kenyal dari tepung tapioka dan bawang putih. Disantap hangat, rasanya gurih ringan. Yang membuatnya istimewa adalah pasangannya—tempe besengek.
Tempe besengek adalah olahan tempe dengan bumbu santan kental dan rempah-rempah seperti lengkuas, ketumbar, dan daun salam. Rasanya gurih dan sedikit pedas, cocok sebagai lauk atau pendamping geblek.
Dapat ditemukan di Pasar Wates, Pasar Sentolo, dan warung-warung tradisional sekitar Pengasih, Nanggulan, serta acara hajatan di desa.
Growol & Kethak – Duo Klasik yang Kini Viral
Growol adalah singkong fermentasi yang diiris dan disajikan dengan parutan kelapa. Rasanya asam-gurih, dan sangat khas. Biasanya disandingkan dengan kethak—tempe semangit goreng kering berbumbu manis pedas. Keduanya adalah pasangan menu sarapan tradisional yang semakin sulit ditemukan, tapi kini kembali naik daun.
Di mana bisa ditemukan?
Coba mampir ke Pasar Sentolo, Pasar Wates, atau cari di warung tradisional sekitar Kecamatan Pengasih dan Nanggulan pada pagi hari. Banyak warga lokal menjual growol & kethak sebagai menu sarapan khas ndeso.